Dalam masa kampanye pemilihan Bupati dan wakil Bupati Dharmasraya selama bulan Juni 2010 lalu kelihatan dengan lkasat mata orang0orang yang mendukung Marlon Martua, seperti Andiko jumarel sebagai Kepala Humas, Mardius sebagai camat Koto salak, Jonson, camat Koto Besar, Ardiwel, camat Tiumag, Artis, kabag di Dinas Pertambangan dsb. Semuanya mulai siap-siap dan berbenah diri dan bersiap untuk dimutasikan kemana saja.
Andiko Jumarel kemungkinan besar dikembalikan ke guru SMP, Mardius ke guru SD dsb, sebab jumlah guru di Dharmasraya memang masih kurang dan kalau dipaksakan juga sebagai jabatan mereka sekarang, tentu kinerja mereka akan sangat terganggu sebab latar belakang mereka bukanlah di bidangnya.
Selama kepemimpinan Marlon Dharmasraya kelihatan kacau balau. Pengangkatan, pemindahan, pemutasian pejabat dsb selalu dilatarbelakangi unsur kekerabatan dan kedekatan emosional dan kesamaan misi. sehingga terjadilah orang-orang yang menduduki suatu jabatan tidak sesuai dengan kealiannya.
Satu hal yang paling mendesak diperhatikan Bupati yang baru adalah mengembalikan orang-orang yang dimutasikan Marlon ke jabatan mereka semula beberapa hari menjelang Pilkada, karena mereka dianggap sebagai tim sukses Bagus.